Misteri Tentang Sejarah Mesir Kuno Yang Telah Terungkap


Bangsa Mesir Kuno penuh dengan aura misteri dan intrik terselubung, hal ini semakin dibuktikan oleh penemuan-penemuan arkeologis terbaru. Sayangnya, rasa kagum yang meliputi Mesir Kuno juga telah menghasilkan mitos yang tak terhitung jumlahnya. 

Daftar ini akan menyelidiki kesalahpahaman yang paling umum tentang Mesir Kuno, dan mencakup beberapa penyimpangan yang menarik yang akan menerangi daerah baru dari budaya maju mereka.


10. Cleopatra Itu Sangat Jelita

image

Cleopatra VII,adalah Firaun terakhir dari Mesir Kuno, selalu menjadi tokoh budaya, yang terkenal karena kecantikannya yang sangat memikat . Ide ini telah diabadikan oleh semua orang dari Shakespeare untuk film sutradara Joseph L. Mankiewicz.
Namun, koin Romawi menunjukkan Cleopatra memiliki fitur maskulin: hidung besar, dagu menonjol dan bibir tipis - bukan archetype dari setiap budaya yang ingin menampilkan sosok feminim yang anggun
Di sisi lain, ia tidak memiliki kekurangan dalam kualitas intektualnya; sumber-sumber kontemporer mencatat kelebihan menonjol Cleopatra adalah sosok yang karismatik dan pintar, bukan kecantikan fisik. 


9. Mesir Kuno Terobsesi Dengan Kematian

image

Membaca tentang Mesir Kuno dengan piramida mereka, mumi dan dewa-dewa , mudah untuk mencapai kesimpulan bahwa mereka sibuk dengan kematian. 

Bahkan, tidak bisa lebih jauh dari kebenaran.Tenaga kerja berjumlah besar dari orang Mesir dalam upacara penguburan sebenarnya adalah suatu cara untuk memuliakan hidup .
Sebagai contoh, banyak ilustrasi yang menghiasi bagian dalam makam adalah perayaan dari pertanian, berburu dan memancing.
Selain itu, ornamen mahal yang terkubur dimaksudakan untuk membantu mereka yang mati mencapai akhirat, dimana mereka melanjutkan pekerjaan mereka di akhirat tanpa kesulitan.
Mummifikasi adalah cara untuk menjaga mayat agar awet seperti manusia hidup, sebagai bentuk ideal dari kehidupan sehari-hari. Mesir jelas terobsesi dengan kehidupan, bukan kematian.

8. Mesir Kuno Punya Kontak dengan Alien

image

Ada beberapa yang percaya bahwa Mesir mempunyai kontak dengan alien. Mereka menyatakan bahwa piramida adalah prestasi super dan bahwa beberapa lukisan mural benar-benar menggambarkan makhluk luar angkasa. 

Ini menghina warisan dari bangsa Mesir Kuno. karena Piramida Besar di Giza secara matematis memang sangat menakjubkan, namun konstruksinya tidak melampaui kepandaian para ilmuwan astronom jenius dan arsitek pada masa itu.
Dan sementara Piramida Besar berdiri sebagai struktur tertinggi selama hampir 4000 tahun, itu tidak berarti bahwa orang Mesir berteman dengan alien, itu hanya berarti bahwa tidak ada budaya yangh bisa menyaingi orang Mesir dalam membangun monumen setinggi itu sampai abad ke-19.
Mengenai mural, gambar di atas adalah penyebab dugaan Mesir kuno punya kontak dengan Alien

7. Peninggalan Mesir Kuno Sepenuhnya Terungkap

image

Banyak yang percaya bahwa kita telah menemukan segala sesuatu tentang Mesir Kuno, Tentang Upacara Kematian dan prosesi penguburan.
Ini tidak benar. Penemuan menarik masih terus berlangsung setiap hari tentang Mesir Kuno, mengungkap cahaya baru tentang peradaban mereka.
Sebagai contoh, sebuah "perahu bertenaga surya" saat ini sedang diekstrak dari Piramida Besar.

Hal ini diduga bahwa ,kapal surya ini akan memungkinkan Firaun yang mati untuk membantu dewa matahari Ra dalam pertempuran abadi dengan Apep, iblis dari kegelapan.
Setiap malam, Dewa Ra berlayar dengan perahu surya ke dalam pertempuran dengan Apep dan saat fajar ia muncul dengan kemenangan dan berlayar di langit.


6. Hieroglyphs

image

Orang tampaknya menganggap bahwa orang Mesir Kuno menemukan hieroglif. Namun, hieroglif primitif itu mungkin dibawa ke Mesir oleh penjajah Asia Barat.

Mitos lain, dipicu oleh gambar ular dan kaki tanpa tubuh, adalah bahwa hieroglif adalah bahasa kutukan dan mantra magis.

Pada kenyataannya, sebagian besar waktu hieroglif digunakan untuk prasasti berbahaya atau penggambaran historis.
Kutukan jarang ditemukan di kuburan dan sebagian dari mereka telah ditemukan impoten: "tahunnya akan berkurang", "Dia tidak akan memiliki pewaris".
Menariknya, hingga Batu Rosetta ditemukan pada tahun 1798, dan kemudian diterjemahkan, kebanyakan ahli percaya bahwa hieroglif itu ilustrasi, bukan suara fonetik sebagaimana huruf alfabet.

5. Dekorasi Piramida

image

Hieroglif banyak menutupi interior makam Mesir Kuno dan istana. Tapi bertentangan dengan mitos, piramida hampir tanpa dekorasi.
Memang, sampai saat ini piramida di Giza yang dianggap benar-benar polos di dalamnya. 

Anggapan ini hancur ketika hieroglif ditemukan di balik pintu rahasia di Piramida Agung beberapa bulan lalu.
Juga, tidak semua piramida batu kapur berwarna berusia 4000 tahun : beberapa bagian, seperti pilar interior, dicat merah atau putih.
Cat dasar dan tulisan tersembunyi masih tersisa di piramida yang sangat keras, itu adalah arsitektur mereka, bahwa semen piramida sebagai bangunan batu tertua dan paling populer di dunia.

4. Firaun Membunuh Pelayannya

image

Ketika Firaun meninggal, pelayan mereka tidak dibunuh dan dikuburkan dengannya seperti yang populer diyakini, dan beberapa pengecualian.
Dua Firaun dari dinasti pertama Mesir yang dikenal telah mengubur pelayan mereka bersamanya.

Kecenderungan manusia untuk menggeneralisasi telah menyebabkan mitos bahwa kejadian penguburan pelayan bersama tuannya adalah umum terjadi di antara 300 atau lebih Firaun lainnya.
Firaun mungkin menyadari bahwa pelayan terpercaya mereka yang hidup lebih berguna daripada mati, sehingga mereka menguburkan diri dengan 'shabtis' sebagai gantinya.
'shabtis' adalah patung-patung animasi untuk membantu para Firaun di akhirat.

3. Piramida Dibangun Oleh Budak

image

Gagasan bahwa budak membangun piramida di Mesir telah beredar sejak laporan sejarawan Yunani Herodotus dalam abad ke-5 SM.
Hal itu ternyata palsu ketika makam berisi sisa-sisa pembangun piramida ditemukan di samping piramida di Giza. Warga Mesir Kuno yang dikubur di samping para Firaun akan menjadi kehormatan terbesar, tidak pernah diberikan kepada budak.
Selain itu, sejumlah besar tulang sapi berhasil ditemukan di Giza menunjukkan bahwa daging sapi, makanan lezat di Mesir Kuno, adalah makanan pokok dari pembangun.

Sangat jelas dibuktikan bahwa Pembangun piramida Mesir adalah pengrajin terampil, bukan budak seperti kata filem Hollywood atau mungkin dalam bibel yang membuat orang berpikir.

2. Perbudakan Bangsa Israel

image

Ini berikut pada dari mitos sebelumnya dan jelas masalah yang rumit. Sayangnya bagi mereka yang mengikuti bibel sebagai account harfiah dari sejarah, tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa Israel diperbudak di Mesir Kuno. 

Kita tahu banyak tentang Mesir Kuno dari catatan menyeluruh mereka, namun mereka tidak pernah menyebutkan menjaga ras budak, mereka tidak pernah menyebutkan Sepuluh Tulah dan tidak ada informasi arkeologis yang menunjukkan jutaan Ibrani menghuni Mesir atau padang pasir.
Selain itu, jutaan budak yang melarikan diri akan menghancurkan perekonomian Mesir, namun hal ini berkembang pada 2 milenium SM ketika eksodus besar-besaran diduga terjadi.
Kemungkinan Bangsa Israel kala itu berada di bawah kasta-kasta terendah bangsa Mesir kuno, dan menjadi buruh kasar.. dan bukannya budak.

1. Kutukan Para Firaun

image

Populernya 'kutukan' mematikan bagi mereka yang membuka makam Firaun Tutankhamun adalah kemenangan propaganda media atas kerentanan masyarakat.

Mitos itu adalah tentang kutukan Tutankhamun membunuh sang sponsor ekspedisi Lord Carnarvon dan anggota lainnya dalam ekspedisi tersebut.
Meskipun beberapa teori telah datang dengan teori jamur berbahaya dan gas terakumulasi di dalam kubur, kematian mereka tidak memerlukan penjelasan khusus.
Hanya 8 dari 58 prang yang hadir pada pembukaan makam Tutankhamun meninggal dalam belasan tahun. Pemimpin ekspedisi Carter, target yang paling jelas untuk dikutuk, namun dia hidup selama 16 tahun selanjutnya.

Kebetulan lainnya adalah kasus bias konfirmasi: setiap musibah yang menimpa orang dalam ekspedisi itu berasal Kutukan Firaun.
Kutukan adalah contoh utama dari impuls seseorang untuk percaya cerita menarik dan bukannya fakta. 


CLEOPATRA DALAM SEPENGGAL SEJARAH ROMAWI


Ini adalah intrik seorang ratu penguasa Mesir. Seorang Firaun Mesir terakhir yang menggunakan senjata "kewanitaan" untuk mempertahankan tahta dan pengaruhnya. Ia merupakan ratu cantik mempesona yang bisa mempengaruhi tokoh besar Romawi seperti Julius Caesar dan Mark Anthony.

Romawi merupakan kerajaan dan sumber kekuatan terbesar di “dunia Barat” pada masa itu (510 SM - 476 M). Namun dalam sejarah kejayaan selama 500 tahun, Romawi juga mengalami perang saudara. Di ujung perang saudara yang paling berkecamuk dalam sejarah Romawi, Mesir Kuno dibawah pemerintahan Cleopatra adalah satu kerajaan besar yang ditaklukkan.

Julius Caesar

Saat itu Cleopatra, sedang mempersiapkan pemberontakan melawan suami yang juga adiknya, Ptolemy XIII. Ia menghimpun kekuatan dengan merekrut pasukan bangsa Arab yang besar. Sementara gejolak di Romawi turut mempengaruhi Mesir. Penguasa Romawi, Pompey Yang Agung ditaklukkan Julius Caesar di Yunani dan melarikan diri ke Mesir. Namun, di negeri itu ia segera dibunuh oleh agen-agen Ptolemy XIII. Caesar tiba di Alexandria dan begitu mengetahui musuhnya telah tewas, dia memutuskan untuk mengambil alih kekuasaan di Mesir.

Setahun berlalu, Romawi berupaya mengendalikan kerajaan Mesir yang kaya-raya itu. Ini dimanfaatkan Cleopatra untuk meningkatkan cita-cita politiknya dengan menaklukkan hati Julius Caesar. Si Pemimpin Romawi ini sangat terpikat akan kecantikan Cleopatra dan atas namanya dia bersedia membantu Cleopatra menumbangkan Ptolemy XIII.

Pada 47 SM, Ptolemy XIII dibunuh seusai kekalahan melawan pasukan Romawi di bawah komando Julius Caesar. Cleopatra pun dinobatkan menjadi pemimpin. Julius dan Cleopatra menghabiskan beberapa minggu bersama dan kemudian Caesar berangkat ke Asia kecil di mana dia menyatakan slogannnya Vini, vidi, vici (Aku datang, Aku lihat, Aku menang) seusai meredakan pemberontakan.

Pada Juni 47 SM, Cleopatra melahirkan seorang putra yang diakuinya adalah hasil hubungan dengan Caesar dan diberinama Caesarion (Caesar kecil).

Saat Caesar kembali ke Romawi, Cleopatra dan Caesarion ikut menyertainya. Cleopatra tinggal di sebuah villa miliki Caesar di luar ibu kota. Namun Caesar dibunuh pada Maret 44 SM dan Cleopatra kembali ke Mesir.

Seiring tewasnya Julius Caesar, Romawi kembali mengalami perang saudara yang terpecah pada 43 SM dengan formasi tritunggal pemerintahan yang terdiri dari Octavian keponakan sekaligus pewaris Caesar, Mark Anthony seorang jenderal militer, dan Lepidus seorang negarawan Romawi. Anthony menjabat pemerintahan di sejumlah provinsi bagian timur Kekaisaran Romawi, dan dia memanggil Cleopatra yang dituduhnya telah bersekongkol dengan musuhnya ke Tarsus di Asia kecil.

Mark Anthony

Cleopatra berusaha memikat Antony sebagaimana yang pernah ia lakukan terhadap Caesar dan pada 41 SM. Dia tiba di Tarsus dengan pakaian laksana Venus, dewi cinta Romawi.

Anthony terpikat dengan kemolekan tubuh dan rupa Cleopatra. Antony dan Cleopatra kemudian pergi bersama ke Alexandria. Di sini mereka menghabiskan musim dingin dengan pesta-pora dan percintaan yang panas.

Pada 40 SM, Anthony kembali ke Romawi dan menikahi saudara perempuan Octavian bernama Octavia dalam upayanya untuk menjadi sekutu Octavian.

Sementara itu, kekuasaan tritunggal semakin memburuk. Pada 37 SM, Antony berpisah dengan Octavia dan mengadakan perjalanan ke timur dengan tujuan untuk mengajak Cleopatra bergabung dengannya di Suriah. Pada saat itu Cleopatra telah melahirkan bayi kembar laki-laki dan perempuan. Menurut pelaku propaganda Octavian, mereka lantas menikah yang mana hal ini dilarang oleh peraturan Roma yang melarang warganya menikah dengan bangsa asing.

Kekalahan pasukan militer Anthony melawan Parthia pada 36 SM mengurangi wibawanya. Namun pada 34 SM, dia berhasil mengalahkan Armenia. Untuk merayakan kemenangan ini, dia melakukan prosesi kemenangan di sepanjang jalan-jalan di Alexandria di mana ia dan Cleopatra duduk di singgasana keemasan, dan Caesarion serta anak-anaknya diberi gelar kebangsawanan. Banyak kalangan Romawi menilai (yang dipicu oleh Octavian) bahwa Antony berniat hendak menyerahkan Romawi ke tangan asing.

Runtuhnya Mesir Kuno

Setelah beberapa tahun mengalami ketegangan dan serangan propaganda, Octavian menyatakan perang melawan Cleopatra, dan sudah pasti menyerang Antony pada 31 SM. Musuh-musuh Octavian bergabung dengan pihak Antony.

Pada 2 September 31SM, di Actium, Yunani, kawasan Laut Mediteranian, Armada Pasukan Mark Anthony dibantu Mesir berhadapan dengan Armada laut Romawi dipimpin Agrippa (jenderal kepercayaan Octavian) dan pecahlah pertempuran laut di yang dikenal sebagai "Battle of Actium".

Namun saat Anthony melihat kapal Cleopatara memutar menuju daratan Mesir, kapal komando Anthony pun berbalik mengejar. Merasa ditinggalkan komandannya dalam pertempuran, membuat armada kapal pasukan loyalis Anthony patah semangat. Dengan mudah Armada laut Agrippa menggilas sisa-sisa kapal pasukan Anthony yang masih bertempur. Perang laut ini dimenangkan mutlak oleh Armada Agrippa.

Kekalahan itu membuka jalur pasukan Romawi untuk mendarat di Mesir dan melakukan serangan. Satu persatu kota-kota penting Mesir ditaklukkan sampai setahun berlalu dan ibu kota Mesir pun dikepung. Octavian memaksa Cleopatra dan Anthony untuk menyerah. Sementara Mark Anthony tetap bertempur dengan sisa pasukannya mencoba mempertahankan ibu kota. Membela Cleopatra dan kerajaan Mesir untuk terakhir kali. Antony dikabari soal kematian Cleopatra, dia menikam dirinya dengan pedangnya sendiri. Sebelum dia tewas, utusan lainnya menyampaikan bahwa Cleopatra masih hidup. Dengan luka parah, Anthony pergi menuju peristirahatan Cleopatra dan tewas dipelukannya. Ia sempat berpesan agar Cleopatra berdamai dengan Octavian.

Ketika utusan pemerintahan tritunggal Romawi tiba, Cleopatra mencoba merayunya, namun rayuan Cleopatra tak mengena. Merasa kesal, kecewa, dan tak mau berada di bawah kekuasaan Octavian, Cleopatra memutuskan untuk bunuh diri pada 30 Agustus 30 SM. Konon ia sengaja membiarkan seekor ular berbisa Mesir yang merupakan lambang kerajaan mematuknya.

Setelah Cleopatra mangkat, Octavian lantas mengeksekusi putranya Caesarion dan menyerahkan Mesir kepada Kekaisaran Romawi. Ia menyita dan menggunakan harta Cleopatra untuk membayar para veteran perang.

Pada 27 SM, Octavian berubah nama menjadi Augustus yang merupakan kaisar pertama yang paling berhasil dari segala kaisar di Romawi. Dia memerintah Kekaisaran Romawi dengan damai dan aman hingga wafatnya pada 14 SM di usia 75. (Berbagai sumber)

Kisah Cleopatra, Ratu yang Legendaris

Namanya selalu dikenang dalam sejarah. Merupakan ratu Mesir Kuno yang menjadi Firaun terakhir dari dinasti Ptolemy.

Ia punya nama lengkap Cleopatra Selene Philopator. Namun dikenal sebagai Cleopatra VII. Cleoptara lahir pada tahun 69 Sebelum Masehi (SM) di Alexandria, Mesir dan meninggal dunia di usia 39 tahun pada 30 SM.

Cleopatra adalah putri Ptolemy Auletes (Ptolemy XII), salah satu dinasti Ptolemy penguasa Mesir Kuno mantan orang kepercayaan Alexander The Great sang penguasa Macedonia. Ptolemy XII punya empat putri dan dua putra. Namun semuanya meninggal saat masih sangat muda.

Saat Ptolemy XII mangkat tahun 51 SM, kekuasaan diserahkan pada Cleopatra VII dan adiknya Ptolemy XIII (12 tahun). Kedua penguasa Mesir Kuno yang masih belia ini mendapat bimbingan dari penguasa Roma bernama Pompey. Saat itu memang Kerajaan Ptolemaic Mesir bersekutu dengan Roma.

Sesuai tradisi Mesir masa itu, Cleopatra menikah dengan adiknya Ptolemy XIII. Sejak memangku jabatan sebagai penguasa Mesir Kuno, pemerintahannya mulai diguncang berbagai persoalan. Ptolemy XIII tidak sepaham dengan istri sekaligus kakaknya Cleopatra dan mengambil alih kekuasaan tunggal di Mesir. Cleopatra dibuang ke daerah Suriah.

Di pengasingan, dalam upaya menduduki kembali tahta kerajaan, Cleopatra bertemu dengan Julius Caesar. Keduanya pun terlibat api asmara. Dengan bantuan pasukan Romawi yang dikirim Julius Caesar, Cleoptara menyerang istana dan menumbangkan kekuasaan Ptolemy XIII.

Kisah cinta Cleopatra dan Julius Caesar berakhir tanpa ada pernikahan. Namun hubungan cinta mereka membuahkan seorang anak bernama Caesarion. Julius Caesar sendiri tewas dalam pembunuhan yang dirancang dewan senat Romawi pada 15 maret 44 SM. Tewasnya Julius Caesar menyebabkan perpecahan dalam kepemimpinan Romawi. Saat itulah Mark Anthony bersekutu dengan Cleopatra yang menguasai Mesir. Keduanya pun menjalin asmara membara hingga Cleopatra melahirkan dua anak kembar Cleopatra Selena dan Alexander Helios. Namun keduanya menikah juga pada tahun 36 SM. Buah pernikahan resmi lahirlah Ptolemy Philadelphus.

Sementara itu kekuasaan Romawi sudah berhasil dikonsolidasi oleh Octavian dan Agrippa. Dewan Senat Romawi kemudian mendeklarasikan perang terhadap Mesir, dan meminta Mark Anthony untuk kembali bertugas ke Romawi. Namun Anthony yang sudah menikahi Cleopatra dan sangat mencintai perempuan itu, menolak panggilan tugas dan berkhianat terhadap Romawi.

Ia tetap berpihak pada Mesir dengan seluruh pasukannya. Ia mati bunuh diri dengan pedangnya. Sedih melihat suaminya mati, Cleopatra pun mengambil jalan singkat. Ia mengurung diri di tempat pengasingan dan bunuh diri dengan membiarkan ular berbisa mematuk tubuhnya.

Tewasnya Cleopatra, berakhirlah kejayaan kerajaan Mesir Kuno. Mesir kemudian takluk di bawah Romawi dan dijadikan salah satu Provinsi Kekaisaran Roma. Mayat Marks Anthony dan Cleoptara dimakamkan berdampingan di sebuah piramid.

Sumber : http://mimerss.blogspot.com/2012/02/cleopatra-dalam-sepenggal-sejarah.html


13 Dewa Mitologi Mesir Kuno


Menurut catatan sejarah, bangsa Mesir Kuno menyembah banyak Dewa (polytheisme) dan belum menemukan paham Ketuhanan Yang Maha Esa (ada yang menyamakan dengan paganisme). Menurut kepercayaan Mesir Kuno, para Dewa merupakan makhluk-makhluk yang lebih berkuasa daripada umat manusia dan mengatur aspek-aspek kehidupan umat manusia. Mereka memberkati manusia, melindungi manusia, menghukum manusia, dan mencabut ajal manusia. Dewa-Dewi dalam kepercayaan bangsa Mesir Kuno merupakan penguasa setiap bagian dan unsur alam. Para Dewa merupakan Tuhan tersendiri sesuai dengan kemahakuasaan yang dimilikinya. Para Dewa yang menentukan nasib setiap orang.

Berikut ke 13 Dewa Dewi MESIR KUNO :


1.Ra
image 
Ra (sering diucapkan sebagai Rah, tetapi lebih tepat sebagai RE) adalah dewa matahari Mesir kuno. Pada kelima dinasti ia menjadi  dewa besar dalam agama Mesir kuno, diidentifikasi dengan ciri 'matahari tengah hari'. Ra sangat banyak berubah dari waktu ke waktu, terdapat juga nama Kota asal dewa yaitu kota Heliopolis yang berarti “Kota Matahari” oleh orang Yunani Kuno.
kemudian,Ra bergabung dengan dewa Horus, sebagai Re-Horakhty. Ketika mencapai posisi penting dalam jajaran Mesir, ia dipercaya untuk memimpin langit, bumi, dan di bawah tanah. Dia dikaitkan dengan elang, serta simbol dewa matahari yang melindungi fir’aun.


2.Osiris
image 
Osiris digambarkan sebagai dewa yang menggunakan mahkota, yang mirip dengan mahkota putih dari Mesir. Dia juga membawa crook dan cambuk. Alat yang menyerupai lekukan diperkirakan untuk mewakili Osiris yang berperan sebagai Dewa Gembala


3.Amon
image 
Amon adalah seorang dewa dalam mitologi Mesir yang biasa disebut Amun-Ra. Berperan sebagai dewa pencipta , ia adalah pelindung kaum miskin dan pusat kesalehan. Amun menciptakan dirinya sendiri, tanpa ibu dan ayah, dan selama 'Kerajaan Baru' di Mesir ia menjadi Dewa Besar do teologi Mesir.. Amun-Ra, tidak secara fisik yang menciptakan alam semesta. Posisinya adalah sebagai Raja Dewa. Selain Osiris, Amun-Ra adalah nama Dewa yang paling banyak yang tercatat dalam peninggalan-peninggalan  Mesir.

4.Isis
image 
Isis adalah Dewi di mesir kuno, dia juga disembah di beberapa negara di seluruh dunia semisal Yunani-Romawi. Dia dipuja sebagai ibu yang ideal, istri, pelindung alam dan sihir. Dia adalah teman budak, orang-orang berdosa, pengrajin, kaum tertindas, serta mendengarkan doa orang-orang kaya, gadis, bangsawan dan penguasa. Isis adalah dewi ibu dan kesuburan.

5.Hathor
image
Hathor adalah seorang Dewi Mesir Kuno yang dipersonifikasikan dengan feminin, cinta, keibuan dan sukacita. Dia adalah salah satu dewi yang paling penting dan paling populer sepanjang sejarah Mesir Kuno. Hathor yang disembah oleh masyarakat umum, dan gambarnya banyak terdapat pada kuburan orang Mesir Kuno dia digambarkan sebagai “pemimpin Barat” menyambut orang mati ke kehidupan selanjutnya. Peran lain dia adalah seorang dewi musik, tari, dan kesuburan, yang membantu perempuan dalam proses melahirkan


6.Horus
image 
Horus adalah salah satu dewa yang paling tua dan paling penting didalam agama Mesir kuno, yang di puja, setidaknya sampai akhir periode Predinastik pada masa Yunani-Romawi. Berbagai bentuk rupa Horus dicatat dalam sejarah. Bentuk paling umum adalah Horus Falcon yang merupakan dewa pelindung Nekhen di Mesir.

7.Maat
image 
Maat adalah Dewi Mesir kuno dengan konsep kebenaran, keseimbangan, keteraturan, hukum, moralitas dan keadilan. Dewi Maat juga di anggap sebagai Dewi yang mengatur bintang – bintang, musim dan cuaca, serta tindakan-tindakan baik manusia dan para dewa, yang mengatur alam semesta dari kekacauan. Peran utamanya dalam mitologi Mesir berurusan dengan penimbangan jiwa-jiwa yang terjadi di dunia bawah, bulu nya adalah ukuran yang menentukan apakah jiwa-jiwa orang yang sudah meninggal akan mencapai surga dengan selamat atau terlempar ke neraka.

8.Nephthys
image 
Nephthys adalah dewi yang asalnya belum ditentukan, namanya mengandung arti “Lady of the House,” Dia adalah Dewi “ibu rumah tangga,”. 

9.Anubis
 image
Anubis adalah dewa pelindung dari kematian dan pembawa manusia ke alam baka. Dia biasanya digambarkan sebagai manusia berkepala serigala atau setengah manusia, setengah serigala, atau dalam bentuk serigala lengkap mengenakan pita dan memegang cambuk di lekuk lengannya. Serigala itu sangat kental dengan kuburan di Mesir kuno,warna daging yang membusuk pada mumi dan terdapat tanah hitam di lembah Sungai Nil, melambangkan kelahiran kembali

10.Sobek
 image
Di Mesir kuno, Dewa Sobek digambarkan sebagai buaya biasa, atau sebagai seorang laki-laki dengan kepala buaya. Dianggap sebagai pelindung pasukan firaun, ia ditampilkan dengan simbol otoritas raja. Dia juga digambarkan membawa salib di tangan kirinya seperti dewa-dewa lain, yang mewakili kemampuannya untuk melawan kejahatan dan menyembuhkan penyakit. Ia pernah menjadi Sobek-Ra, ia juga digambarkan dengan memakai cakram matahari di atas kepalanya. 

11.Thoth
 image
Thoth dianggap sebagai salah satu dewa yang penting di Mesir,
sering digambarkan dengan lelaki dengan kepala burung, dari suatu Ibis. Dia memimpin masyarakat setempat,  Thoth diberi nama Hermopolis oleh orang-orang Yunani.


12.Sekhmet
 image
Dalam Mesir kuno, Sekhmet digambarkan sebagai singa betina, pemburu paling sengit yang dikenal di Mesir. Dia dipandang sebagai pelindung  fir’aun dan memimpin dalam peperangan.
Sekhmet kemudian dianggap sebagai ibu Maahes, seorang dewa yang muncul pada' Kerajaan Baru'. Dia terlihat seperti pangeran singa. 

13.Khnum
image 
Dalam Mesir Kuno, Khnum adalah salah satu dewa Mesir yang paling pertama muncul, awalnya menjabat sebagai dewa sumber Sungai Nil. Karena banjir tahunan Sungai Nil membawa lumpur dan tanah liat untuk membuat bangunan, dan membawa air kehidupan untuk sekitarnya, ia dianggap sebagai dewa pencipta tubuh manusia, anak-anak dan barang-barang.


Sumber : http://portalunique.blogspot.com/2010/12/13-dewa-mitologi-mesir-kuno.html

Sejarah Perang Salib


Sejarah Perang Salib Pertama Hingga KeempatSejarah Perang Salib Pertama Hingga Kedelapan - Berikut ini adalah runtutan terjadinya perang salib I hingga ke-VIII yang dikisahkan secara runtut.

Perang Salib I

Pada musim semi tahun 1095 M, 150.000 orang Eropa, sebagian besar bangsa Perancis dan Norman, berangkat menuju Konstantinopel, kemudian ke Palestina. Tentara Salib yang dipimpin oleh Godfrey, Bohemond, dan Raymond ini memperoleh kemenangan besar. Pada tanggal 18 Juni 1097 mereka berhasil menaklukkan Nicea dan tahun 1098 M menguasai Raha (Edessa).



Di sini mereka mendirikan County Edessa dengan Baldwin sebagai raja. Pada tahun yang sama mereka dapat menguasai Antiokhia dan mendirikan Kepangeranan Antiokhia di Timur, Bohemond dilantik menjadi rajanya.
Mereka juga berhasil menduduki Baitul Maqdis (Yerusalem) pada 15 Juli 1099  
M dan mendirikan Kerajaan Yerusalem dengan rajanya, Godfrey. Setelah penaklukan Baitul Maqdis itu, tentara Salib melanjutkan ekspansinya. Mereka menguasai kota Akka (1104 M), Tripoli (1109 M) dan kota Tyre (1124 M). Di Tripoli mereka mendirikan County Tripoli, rajanya adalah Raymond.

Selanjutnya, Syeikh Imaduddin Zengi pada tahun 1144 M, penguasa Mosul dan Irak, berhasil menaklukkan kembali Aleppo, Hamimah, dan Edessa. Namun ia wafat tahun 1146 M. Tugasnya dilanjutkan oleh puteranya, Syeikh Nuruddin Zengi. Syeikh Nuruddin berhasil merebut kembali Antiokhia pada tahun 1149 M dan pada tahun 1151 M, seluruh Edessa dapat direbut kembali.

Perang Salib II

Kejatuhan County Edessa ini menyebabkan orang-orang Kristen mengobarkan Perang Salib kedua.[16][17] Paus Eugenius III menyampaikan perang suci yang disambut positif oleh raja Perancis Louis VII dan raja Jerman Conrad II. Keduanya memimpin pasukan Salib untuk merebut wilayah Kristen di Syria. Akan tetapi, gerak maju mereka dihambat oleh Syeikh Nuruddin Zengi.

Mereka tidak berhasil memasuki Damaskus. Louis VII dan Conrad II sendiri melarikan diri pulang ke negerinya. Syeikh Nuruddin wafat tahun 1174 M. Pimpinan perang kemudian dipegang oleh Sultan Shalahuddin al-Ayyubi yang berhasil mendirikan dinasti Ayyubiyah di Mesir tahun 1175 M, setelah berhasil mencegah pasukan salib untuk menguasai Mesir. Hasil peperangan Shalahuddin yang terbesar adalah merebut kembali Yerusalem pada tahun 1187 M, setelah beberapa bulan sebelumnya dalam Pertempuran Hittin, Shalahuddin berhasil mengalahkan pasukan gabungan County Tripoli dan Kerajaan Yerusalaem melalui taktik penguasaan daerah.

Dengan demikian berakhirlah Kerajaan Latin di Yerussalem yang berlangsung selama 88 tahun berakhir. Sehabis Yerusalem, tinggal Tirus merupakan kota besar Kerajaan Yerusalem yang tersisa. Tirus yang saat itu dipimpin oleh Conrad dari Montferrat berhasil sukses dari pengepungan yang dilakukan Shalahuddin sebanyak dua kali. Shalahuddin kemudian mundur dan menaklukan kota lain, seperti Arsuf dan Jaffa.

Perang Salib III

Jatuhnya Yerussalem ke tangan kaum Muslim sangat memukul perasaan Tentara Salib. Mereka pun menyusun rencana balasan. Selanjutnya, Tentara Salib dipimpin oleh Frederick Barbarossa raja Jerman, Richard si Hati Singa raja Inggris, dan Philip Augustus raja Perancis memunculkan Perang Salib III.[18] Pasukan ini bergerak pada tahun 1189 M dengan dua jalur berbeda.

Pasukan Richard dan Philip melalui jalur laut dan pasukan Barbarossa - saat itu merupakan yang terbanyak di Eropa - melalui jalur darat, melewati Konstantinopel. Namun, Barbarossa meninggal di daerah Cilicia karena tenggelam di sungai, sehingga menyisakan Richard dan Philip. Sebelum menuju Tanah Suci, Richard dan Philip sempat menguasai Siprus dan mendirikan Kerajaan Siprus.

Meskipun mendapat tantangan berat dari Shalahuddin, namun mereka berhasil merebut Akka yang kemudian dijadikan ibu kota kerajaan Latin. Philip kemudian balik ke Perancis untuk "menyelesaikan" masalah kekuasaan di Perancis dan hanya tinggal Richard yang melanjutkan Perang Salib III. Richard tidak mampu memasuki Palestina lebih jauh, meski bisa beberapa kali mengalahkan Shalahuddin.

Pada tanggal 2 Nopember 1192 M, dibuat perjanjian antara Tentara Salib dengan Shalahuddin yang disebut dengan Shulh al-Ramlah. Dalam perjanjian ini disebutkan bahwa orang-orang Kristen yang pergi berziarah ke Baitul Maqdis tidak akan diganggu.

Perang Salib IV

Pada tahun 1219 M, meletus kembali peperangan yang dikenal dengan Perang Salib periode keenam, dimana tentara Kristen dipimpin oleh raja Jerman, Frederik II, mereka berusaha merebut Mesir lebih dahulu sebelum ke Palestina, dengan harapan dapat bantuan dari orang-orang Kristen Koptik. Dalam serangan tersebut, mereka berhasil menduduki Dimyath, raja Mesir dari Dinasti Ayyubiyah waktu itu, al-Malik al-Kamil, membuat penjanjian dengan Frederick.

Isinya antara lain Frederick bersedia melepaskan Dimyath, sementara al-Malik al-Kamil melepaskan Palestina, Frederick menjamin keamanan kaum muslimin di sana, dan Frederick tidak mengirim bantuan kepada Kristen di Syria. Dalam perkembangan berikutnya, Palestina dapat direbut kembali oleh kaum muslimin tahun 1247 M, pada masa pemerintahan al-Malik al-Shalih, penguasa Mesir selanjutnya.

Ketika Mesir dikuasai oleh Dinasti Mamalik yang menggantikan posisi Dinasti Ayyubiyyah, pimpinan perang dipegang oleh Baibars, Qalawun, dan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah. Pada masa merekalah Akka dapat direbut kembali oleh kaum Muslim tahun 1291 M. Demikianlah Perang Salib yang berkobar di Timur. Perang ini tidak berhenti di Barat, di Spanyol, sampai umat Islam terusir dari sana.

Perang Salib V 
 

Perang Salib Kelima (1217–1221) adalah upaya untuk merebut kembali Yerusalem dan seluruh wilayah Tanah Suci lainnya dengan pertama-tama menaklukkan Dinasti Ayyubiyyah yang kuat di Mesir.
Paus Honorius III mengorganisir Tentara Salib yang dipimpin oleh Leopold VI dari Austria dan Andrew II dari Hongaria, dan sebuah serangan terhadap Yerusalem akhirnya menyebabkan kota itu tetap berada di tangan pihak Muslim. Belakangan pada 1218, sebuah pasukan Jerman yang dipimpin oleh Oliver dari Koln, dan sebuah pasukan campuran Belanda, Vlams dan Frisia yang dipimpin oleh William I, Adipati Belanda tiba. Untuk menyerang Damietta di Mesir, mereka bersekutu dengan Kesultanan Rûm Seljuk di Anatolia, yang menyerang Dinasti Ayubi di Suriah dalam upaya membebaskan Tentara Salib dari pertempuran di dua front.
Setelah menduduki pelabuhan Damietta, para Tentara Salib berbaris ke selatan menuju Kairo pada Juli 1221, tetapi mereka berbalik setelah pasokan mereka berkurang dan menyebabkan mereka harus mengundurkan diri. Sebuah serangan malam oleh Sultan Al-Kamil menyebabkan kerugian besar di kalangan Tentara Salib dan akhirnya pasukan itu pun menyerah. Al-Kamil sepakat untuk mengadakan perjanjian perdamaian delapan tahun dengan Mesir.

Perang Salib VI

Perang Salib Keenam dimulai pada tahun (1228-1237) sebagai upaya untuk mendapatkan kembali Yerusalem. Itu dimulai tujuh tahun setelah kegagalan Perang Salib Kelima. Frederick II, Kaisar Romawi Suci, telah melibatkan dirinya secara luas dalam Perang Salib Kelima, pengiriman pasukan dari Jerman, tapi ia gagal mendampingi pasukan secara langsung, walau ada dorongan Honorius III dan kemudian Gregorius IX, saat ia diperlukan untuk mengkonsolidasikan posisinya di Jerman dan Italia sebelum memulai sebuah perang salib. Namun, Frederick lagi berjanji untuk pergi pada perang salib setelah penobatannya sebagai kaisar pada 1220 oleh Paus Honorius III.
Pada 1225 Frederick menikah Yolande dari Yerusalem (juga dikenal sebagai Isabella), putri John dari Brienne, calon penguasa Kerajaan Yerusalem, dan Maria dari Montferrat. Frederick kini punya klaim pada kerajaan yang terpecah, dan mempunyai alasan untuk berusaha memulihkannya. Pada 1227, setelah menjadi Paus Gregorius IX, Frederick dan pasukannya berlayar dari Brindisi menuju Acre, tetapi sebuah epidemi Frederick menyebabkan ia kembali ke Italia. Gregorius mengambil kesempatan ini untuk mengucilkan Frederick untuk tentara salib yang melanggar sumpah, walaupun ini hanya alasan, seperti Frederick sudah selama bertahun-tahun telah berusaha untuk mengkonsolidasikan kekuasaan kekaisaran di Italia dengan mengorbankan kepausan.
Gregorius menyatakan bahwa alasan bagi ekskomunikasi Frederick adalah keengganan untuk meneruskan perang salib. Untuk Gregory, perang salib hanyalah alasan untuk mengucilkan kaisar. Frederick berusaha untuk bernegosiasi dengan Paus, tapi akhirnya memutuskan untuk mengabaikannya, dan berlayar ke Suriah pada 1228 meskipun ekskomunikasi, dan tiba di Acre pada bulan September.

Perang Salib VII
 
Pada 1244, gabungan Khwarezmia merebut Yerusalem dalam perjalanan mereka ke sekutu Mamluk Mesir. Sehingga Yerusalem kembali dikuasai muslim, namun kejatuhan Yerusalem tidak lagi merupakan sebuah peristiwa menghancurkan dunia Kristen Eropa, yang telah melihat perpindahan kota itu dari kistiani kepada muslim ke sekian kali dalam dua abad terakhir. Kali ini, meskipun panggilan dari Paus, tidak ada antusiasme populer untuk perang salib baru.
Paus Innosensius IV dan Frederick II, Kaisar Romawi Suci melanjutkan perjuangan kepausan-kekaisaran. Frederick ditangkap dan dipenjarakan ulama dalam perjalanan ke Konsili Lyon, dan pada 1245 ia secara resmi digulingkan oleh Innosensius IV. Paus Gregorius IX juga telah ditawarkan sebelumnya saudara Raja Louis, pangeran Robert of Artois, tetapi Louis menolak. Dengan demikian, Kaisar Romawi Suci tidak dalam posisi untuk perang salib. Henry III dari Inggris itu masih berjuang dengan Simon de Montfort dan masalah lain di Inggris. Henry dan Louis tidak dalam saat yang terbaik, yang terlibat dalam Capetia-Plantagenet perjuangan, dan sementara Louis sedang pergi berperang raja Inggris menjanjikan menandatangani gencatan senjata untuk tidak menyerang tanah Perancis. Louis IX juga mengundang Raja Haakon IV dari Norwegia untuk perang salib, mengirim penulis sejarah inggris Matius Paris sebagai seorang duta besar, tapi sekali lagi tidak berhasil. Satu-satunya orang yang tertarik memulai perang salib yang lain karena itu Louis IX, yang menyatakan niat untuk pergi ke arah timur pada tahun 1245.

Perang Salib Ketujuh (1248-1254) adalah perang salib yang dipimpin oleh Louis IX dari Perancis. Sekitar 50.000 bezant emas (suatu jumlah yang setara dengan seluruh pendapatan tahunan dari Perancis) dijadikan tebusan untuk membebaskan Raja Louis yang bersama dengan ribuan pasukannya, ditangkap dan dikalahkan oleh pasukan Mesir yang dipimpin oleh Sultan Ayyubiyah Turansyah didukung oleh Bahariyya Mamluk dipimpin oleh Faris ad-Din Aktai, Baibars al-Bunduqdari, Qutuz, Aybak dan Qalawun. 

Perang Salib VIII

Perang Salib terakhir juga dipimpin oleh Louis IX. Di tahun-tahun kemudian, perubahan di dunia Muslim mengakibatkan munculnya sejumlah serangan baru ke wilayah Kristen di Tanah Kudus. Warga lokal meminta bantuan militer pada Barat, tapi cuma sedikit bangsa Eropa yang tertarik untuk melakukan kampanye besar. Satu orang yang sekali lagi mau memanggul beban adalah Louis IX. Namun kampanye yang dia lakukan kali ini mencapai kurang dari apa yang dicapai sebelumnya bagi Kerajaan Yerusalem.

Tidak diketahui mengapa, tapi Tunisia di Afrika Utara dijadikan sasaran awal. Setelah disana, wabah peyakit mengambil nyawa banyak orang, termasuk Louis serta saudaranya, Charles Anjou, tiba dengan kapal-kapal Sisilia dan berhasil mengungsikan sisa tentara.

Meskipun ini adalah Perang Salib terakhir, ini bukanlah ekspidisi militer terakhir yang bisa disebut sebagai Perang Salib. Kampanya terus diserukan atas berbagai sasaran (bukan hanya Muslim) oleh Prajurit Salib-orang yang berkaul untuk melakukan perang.

Umat Kristen di Palestina ditinggalkan tanpa bantuan lebih lanjut. Meskipun mengalami kekalahan terus menerus, Kerajaan Yerusalem tetap bertahan sampai 1291, ketika akhirnya musnah. Umat Kristen masih tetap hidup di daerah tersebut bahkan setelah kejatuhan Kerajaan Yerusalem

Sumber : http://effortmanuscript.blogspot.com/2013/11/sejarah-perang-salib.html

Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Translate

Hallo!!